[stikku.ac.id] – Pimpinan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) STIKes Kuningan, menggelar aksi bagi-bagi sembako, masker dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan penyebaran Covid-19 di sekitar Taman Cirendang Kuningan, Selasa (21/4/2020).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, sekaligus memperingati Milad PMII yang ke 60 Tahun. Ketua PK PMII STIKKu Walis Awaliyahh mengatakan, penggunaan masker berfungsi untuk mencegah atau mengurangi resiko penularan Covid-19. Pasalnya, persentase terbesar penyebaran virus corona dari cairan yang dikeluarkan oleh mulut dan hidung.

“Bagi seseorang yang mempunyai Imunitas tinggi, virus ini tidak menimbulkan gejala pada tubuhnya. Akan tetapi, apabila terjangkit pada seseorang yang mempunyai imunitas lemah maka akan menimbulkan penyakit seperti pilek, batuk, dan sesak nafas akut hingga menyebabkan kematian,” ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut,  pihaknya membagikan masker secara gratis sebanyak 200 buah. Selain itu, sebagai upaya mengurangi beban masyarakat akibat dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi Covid19, pihaknya juga memberikan sembako gratis sebanyak 100 paket kepada masyarakat.

“Perlu diingatkan kembali, bagi masyarakat kuningan yang merasa mempunyai gejala-gejala Covid19, diharapkan untuk melapor kepada Kepala Desa, dan Puskesmas ataupun Satgas Covid-19 yang ada,” imbaunya. Selain bagi-bagi masker, sembako dan Edukasi Pengurus Komisariat STIKKu Rencana mau mengadakan diskusi online dengan menghadirkan BPBD, DINKES, APDESI/DPMD, STIKKU/IAKMI tentang “Mengukur Efektivitas Kewaspadaan COVID-19 dari Pintu Masuk sampai Desa” ucapnya

Disamping itu, Mabincab PMII Alan Suwgiri yang juga Dosen di STIKes Kuningan turut menambahkan, menjelang Bulan Suci Ramadhan, ia mengimbau kepada umat muslim Kabupaten Kuningan untuk tidak melaksanakan ibadah secara berjama’ah. Kendati demikian, dalam hal pemakmuran masjid tetap wajib dilakukan, yakni dengan cara memastikan protokol Covid19.

“Kegiatan lain yang bersifat mengumpulkan orang banyak diharapkan  juga untuk tidak dilakukan. Selain itu, yang harus dipersiapkan dalam menghadapi COVID-19 untuk saat ini yakni, dengan kesabaran, kedisiplinan, dan solidaritas sosial,” pungkasnya.