Menu
(0232) 875847 info@stikku.ac.id
WhatsApp Image 2019 09 07 At 13.32.31

Program Pengmas Dosen dan Mahasiswa Prodi Keperawatan STIKKU: Penyuluhan Kesehatan Penanganan Demam Berbasis Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Pemeriksaan Skrining dan Konseling Perkembangan  Anak Menggunakan KPSP

[stikku.ac.id] – Komitmen STIKKU dalam mendukung program P2WKSS di desa Jambar, Kecamatan Nusaherang terus dilakukan demi mengupayakan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya dosen dan mahasiswa program studi keperawatan STIKes Kuningan pagi tadi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertempat di aula bale desa Jambar, kecamatan Nusaherang Sabtu, (07/09).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan manajemen demam pada balita secara aman dan memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa keperawatan dalam menerapkan ilmu sebagai wujud upaya pengabdian masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari aparatur pemerintah desa Jambar, Toto Hariyanto sebagai Kasi Kesra dan dosen keperawatan STIKes Kuningan Ns. Nanang Saprudin S.Kep., M.Kep dan Ns. Neneng Aria Nengsih S.Kep., M.Kep yang sekaligus menjadi pembimbing disana.  Ns. Nanang Saprudin S.Kep., M.Kep mengatakan bahwa ada dua kegiatan penting dalam pengabdian masyarakat di desa Jambar kali ini dan berharap kegiatan ini bisa berlanjut terus di desa Jambar.

“Kegiatan pengmas disini berfokus pada  pemeriksaan skrining dan konseling kesehatan balita dalam mewujudkan generasi emas yang sehat dan cerdas dan penyuluhan kesehatan penanganan demam berbasis manajemen terpadu balita sakit bersama 20 mahasiswa yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Keperawatan STIKes Kuningan.” ucap Nanang saat ditemui di lokasi pengmas desa Jambar.

Sebanyak 17 orang ibu dan balita datang sejak pagi hingga siang mengikuti kegiatan pengmas tersebut dan berhasil dilakukan konseling dalam mengatasi demam pada anak dengan menggunakan dua tindakan yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh pada anak, yaitu menggunakan terapi farmakologis (pemberian obat antipiretik) dan terapi non farmakologis (pemberian kompres) ataupun kombinasi keduanya. Demam pada anak terjadi karena adanya aktivitas berlebihan, kumah dan virus, kanker dan tumor ataupun karena kekurangan cairan yang akan mempengaruhi peningkatan suhu tubuh anak. Suhu tubuh normal yaitu 36,5°C – 37,5C dan dikatakan demam bila suhu tubuh diatas normal (37,5°C).

“Selain itu pemberian kompres bisa ditambahkan menggunakan bahan herbal yg mudah didapatkan seperti bawang merah, lidah buaya, virgin coconut oil, kombinasi air jeruk nipis atau kompres dengan menggunakan daun kembang sepatu. Pemberian kompres ini sudah ada hasil risetnya sehingga bisa dimanfaatkan untuk penurunan demam terutama anak, penanganan demam berbasis MTBS dan evidence based practice.” tambah Ns. Neneng  saat menjelaskan kepada warga yang hadir saat pengmas

Desa Jambar kecamatan Nusaherang saat ini sedang dalam penilaian program P2WKSS dari provinsi Jawa Barat. P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) merupakan program peningkatan perempuan yang mempergunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan secara terkoordinasi yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas.

Ketua Tim Penggerak PKK Kab.Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama saat dihubungi tim humas STIKKU sangat senang mendengar kegiatan penyuluhan kesehatan di desa Jambar menjadi salah satu indikator dalam penilain P2WKSS dan menyambut positif atas usaha yang dilakukan oleh STIKes Kuningan kepada masyarakat desa Jambar.

“Wah ibu sangat senang dan menyambut positif kegiatan pengmas STIKes Kuningan di desa Jambar, semoga kegiatan pengmas prodi keperawatan di desa Jambar bisa meningkatkan derajat kesehatan hidup masyarakat dan membantu peningkatan kesehatan di Kab.Kuningan.” ujarnya

Nur Iman, mahasiswa prodi Keperawatan semester IV sekaligus pengurus HIMAKEP STIKes Kuningan mengungkapkan kebahagiaanya mengikuti kegiatan pengmas di desa Jambar untuk pertamakalinya.

“ Menurut saya kegiatan pengmas ini sangatlah diperlukan, selain untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, kita sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa keperawatan jadi bisa menerapkan kepada masyarakat langsung ilmu – ilmu yang didapat diperkuliahan. Bisa pula kegiatan pengmas ini untuk mengasah kemampuan mahasiswa keperawatan dan juga sebagai wujud dari tri dharma perguruan tinggi.” pungkasnya.

STIKes Kuningan berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan penyuluhan kesehatan di desa Jambar yang mana sebelumnya juga pernah dilakukan pengabdian masyarakat program studi Kesehatan Masyarakat dalam pembuatan peta kampung KB. Semoga usaha kesehatan yang telah dilakukan oleh STIKKU bisa bermanfaat bagi masyarakat di desa Jambar kecamatan Nusaherang. (Zeze/Humas)