[stikku.ac.id] – USAID (YEP) mengadakan kegiatan “Evaluasi Financial Life Skill Training” dengan menggunakan metode Focus Group Discusion (FGD) yang bertempat Universitas Swadaya Gunungjati Cirebon, Kamis, (18/07/ 2019).

Acara berlangsung selama 1 hari dengan agenda kegiatannya adalah evaluasi kegiatan FLS yang sudah dilaksanakan sebelumnya di STIKes Kuningan dan UGJ. Kegiatan atau program dari USAID ini sebagai tahap evaluasi dan menguji kemampuan remaja dalam hal literasi keuangan dan soft skill yang telah mahasiswa lakukan dalam kegiatan praktek/ magang, baik dalam berorganisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari.  Financial Life Skill Training dihadiri oleh 12 Peserta (6 orang dari STIKKU dan 6 orang dari UGJ) dengan Master Trainer, Nindy dan Nadia sebagai fasilitatornya.

Pembukaan dimulai dengan sambutan dari Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, serta Kepala bidang PSDM. Dalam sambutan kali ini beliau menyampaikan bahwa “Memang di zaman sekarang ini perlu diadakan pendidikan dan pembinaan untuk mahasiswa dalam literasi keuangan dan soft skill yang akan sangat berpengaruh penting dalam dunia pekerjaan. Dengan adanya pelatihan kali ini, diharapkan mahasiswa mampu menyerap ilmu yang diperoleh dan diterapkan pada teman-teman lainnya atau bahkan masyarakat”.

Dua belas orang mahasiswa yang saling bergantian memberikan pendapatnya, rata-rata pembahasannya mengulas mengenai modul/materi yang dulu telah disampaikan di FLS, kemudian apa dampak yang dihasilkan dari kegiatan FLS tersebut dalam kehidupan masing-masing personal. Modul yang paling banyak diminati dan dianggap sangat berpengaruh bagi mahasiswa diantaranya : Modul mengenai meningkatkan kesiapan kerja bagi kaum muda untuk mendapatkan penghasilan dan bijaksana dalam membuat keputusan keuangan, serta mengembangkan dan melatih kemampuan softskill.

Diakhir acara, perwakilan mahasiswa STIKKU, M. Wildan Khaerudin, mahasiswa semester 6 Prodi Kesehatan Masyarakat menyampaikan masukan untuk acara FLS kedepannya.

“Acara ini sangat bagus dan memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa yang mengikutinya. Dengan menggunakan metode komunikasi 2 arah, diskusi disertai games yang menarik dan mendidik, saya harap acara ini tidak berakhir sampai disini namun menjadi agenda yang berkelanjutan. Bisa dimasukan kedalam kurikulum perkuliahan ataupun dijadikan agenda pelatihan tahunan”. Pungkasnya.