Kuningan – Kesehatan mental menjadi salah satu dari tujuan global yang ketiga yaitu Good Health and Wellbeing untuk mencapai SDGs tersebut masih memerlukan kerja keras hal ini terlihat dari data tentang gangguan jiwa di Indonesia yang sampai dengan sekarang bukannya menurun, tapi sebaliknya makin meningkat.

Data secara nasional ODGJ diperkirakan pada tahun 2017 sebanyak 14 juta jiwa menderita gangguan jiwa termasuk di Jawa Barat yang merupakan Provinsi dengan jumlah terbanyak di Indonesia ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Sebanyak 16.714 warga Jawa Barat tercatat mengalami gangguan kejiwaan berat.

Diprediksi, jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di provinsi berpenduduk lebih dari 45 juta jiwa ini jauh lebih banyak dari yang terdeteksi Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar tersebut. Ini mengalami peningkatan sejak tahun 2017 dari sebanyak 11.360 jiwa menjadi 16.714 pada tahun 2018 penderita.

Sementara itu Kabupaten Kuningan, berdasarkan data Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan memiliki kasus ODGJ sebanyak 2.323 jiwa pada tahun 2019 yang mengalami peningkatan signifikan dari dua tahun sebelumnya yaitu 1.860 jiwa. Dari jumah ODGJ tersebut sebanyak 1.348 pasien diantaranya telah mendapat penanganan dan sisanya sebanyak 884 belum diobati dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan terdapat 19 orang kasus yang dipasung yang terdiri dari 14 pasung kurung dan 15 pasung rantai dan balok.

Kondisi ini perlu penanganan segera yang sifatnya komperhensif dan massif melibatkan Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, Puskesmas, Panti Rehabilitasi, Rumah Sakit Jiwa Bogor,  Masyarkarat, Organisasi Masyarakat, Perguruan Tiinggi dan berbagai komunitas serta relawan.

Hal inilah yang mendorong dilakukannya komitmen bersama semua pihak untuk mewujudkan Kuningan Bebas Pasung 2019. STIKKU sebagai perguruan tinggi kesehatan memberikan perhatian penting dalam pencegahan dan pengendalian masalah gangguan jiwa, hal ini ditunjukan dengan memberikan komitmennya dalam penandatanganan Kuningan Bebas Pasung yang diwakili oleh Cecep Heriana, SKM.,MPH selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik.

STIKKU yang memiliki tiga program studi yaitu Keperawatan, Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat memiliki keterkaitan satu sama lain dalam aspek Keilmuan Kesehatan Jiwa. Oleh karena itu pada tanggal 18 Agustus 2019 menyatakan komitmennya untuk mendukung Kuningan Bebas Pasung 2019.

Bentuk dukungan yang telah diberikan yaitu aktivitas pengabdian masyarakat mahasiswa melalui komunitas Skizofreinku telah menjadi inisiasi dalam program Kuningan Bebas Pasung dan mendorong semua stakeholder bergerak berasama termasuk para relawan. Selain itu  Ns. Khusnul Aini, M.Kep.,Sp.Kep.J yang juga Dosen Spesialis Keperawatan Jiwa STIKKU turut memberikan layanan pemeriksaan pada ODGJ pada kegiatan pemeriksaan, layanan kesehatan dan evakuasi ODGJ ke RSMM Bogor.

Kegiatan yang pusatkan di Puskesmas Manggari Kec. Lebakwangi ini memeriksa sekitar 45 pasien ODGJ dan STIKKU turut terlibat dalam melakukan evakuasi dengan menyediakan transportasi bis dari Kuningan menuju RSMM Bogor, ini bentuk partisipasi STIKKU yang terus komitmen mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kab. Kuningan.