[stikku.ac.id] – Dalam meningkatkan mutu dan kualitas lulusan dari STIKes Kuningan, bidang kerjasama STIKes Kuningan dan Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan melakukan kunjungan dan silaturahim ke LPK Yuuki Training Center Indonesia, Senin (09/12) yang lalu.

Prof.Dr. Hj. Dewi Laelatul Badriah, M.KM AIFO sangat mengapresasi kerjasama yang terjalin antara STIKes Kuningan dengan LPK Yuuki Training Center Indonesia yang sudah terjalin hampir satu tahun terakhir.

“Syukur alhamdulillah berkesempatan untuk bersilaturahim dengan LPK Yuuki Training Center Indonesia di Cilimus Kabupaten Kuningan. Hari ini saya belajar banyak dan memberi motivasi untuk alumni STIKKU dan calon tenaga kerja kesehatan yang akan bekerja di Jepang”. ucap Prof.Dewi yang biasa disapa akrab Bunda Dewi

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Kerjasama STIKKU, H. Jaenal Mutakin, S.Pd sudah melakukan perjanjian kerjasama sejak satu tahun yang lalu dengan LPK YUUKI Training Center Indonesia.

“Syukur alhamdulilah sudah ada 5 orang alumni dari STIKes Kuningan yang sedang mengikuti training persiapan untuk bekerja ke Jepang tahun depan.” ucapnya

LPK Yuuki Training Center Indonesia sendiri sudah berdiri sejak 2018 yang lalu dan berlokasi di Cilmus Kab.Kuningan Jawa Barat, dan di pimpin oleh Sopyan Komarudin, S.Kep bekerjasama dengan Ir. Jajat Sudrajat, M.Si beliau seorang pensiunan Kepala Dinas DPUPR dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan. LPK Yuuki membuka dan memberi kesempatan kepada warga negara Indonesia untuk dapat meningkatkan kemampuan diri dalam bersaing secara global khususnya dalam dunia kerja.

Direktur Sending Organization LPK Yuuki Training Center Indonesia, Sopyan Komarudin, S.Kep mengharapkan kerjasama ini bisa terus berlanjut dan menghasilkan output yang baik bagi kemajuan kedua belah pihak.

“Kami mendirikan lembaga ini tidak lain untuk mempersiapkan dan meningkatkan keahlian sumber daya manusia khususnya tenaga kerja yang akan bekerja di Jepang. Insyallah kedepan Mahasiswa STIKes Kuningan yang ikut training di lembaga kami juga akan kami persiapan untuk menjadi tenag kerja bidang kesehatan yang mumpuni dibidangnya dan mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang” pungkasnya.