Menu
(0232) 875847 info@stikku.ac.id
WhatsApp Image 2019 05 21 At 22.30.58

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN ADAKAN PELATIHAN KADER POSYANDU REMAJA

Kuningan – Program Studi DIII Kebidanan STIKes Kuningan menggelar Pelatihan Kader Posyandu Remaja pada hari Kamis hingga Jumat (15-16/5) bertempat di Kampus STIKes Kuningan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua STIKes Kuningan, H. Abdal Rohim, S.Kp.MH. Dalam sambutannya beliau  menyambut positif adanya posyandu remaja, hal ini guna mewujudkan derajat kesehatan remaja.

“Kader Posyandu Remaja harus menjadi contoh bagi anak-anak muda dalam mewujudkan hidup yang sehat. Silahkan diikuti kegiatan ini karena sangat positif bagi kemajuan remaja di kabupaten Kuningan,” ucapnya

Selain itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Puskesmas Kadugede, H.Yayat,SAP.MM.Kes, Narasumber dari Dinas Kesehatan Kab.Kuningan, Puskesmas Kadugede  dan Tim Dosen DIII Kebidanan serta para kader remaja sebanyak 30 orang yang berasal dari Desa Bayuning, Desa Babatan, Desa Cipondok dan Desa Kadugede.

Ai Nurasiah, S.ST.M.KM, Ketua Program Studi D III Kebidanan sekaligus ketua panitia menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari (Kamis-Jumat) yang bertujuan untuk menyiapkan kualitas kader dalam penyelenggaraan posyandu remaja. Terlebih kader posyandu desa bayuning baru pertama kali terbentuk  di Kab.Kuningan, sehingga kedepan harapanya kader remaja dapat meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku dalam menjaga kesehatan remaja dan kader remaja memahami pelaksanaan posyandu remaja mulai dari pendaftaran, pengukuran (TB, PB,LILA, Lingkar Perut, Tekanan Darah), pencatatan,dan Konseling.

“Dalam pelaksanan kegiatan ini ada banyak materi yang disampaikan diantaranya;  teknik penyelenggaraan posyandu remaja, pencatatan, pemeriksaan kesehatan, kesehatan reproduksi, gizi pada remaja, pencegahan kekerasan pada remaja, teknik konseling sebaya, penyakit tidak menular, NAPZA, dan PKHS. Sehingga dengan pelatihan ini kader remaja bisa melaksanakan kegiatanya secara rutinitas dan dapat menjaring minimal 50 remaja mendapat pelayanan kesehatan.” pungkasnya