[stikku.ac.id] – Seiring dengan masih meningkatnya kasus COVID-19 di kabupaten Kuningan yang dilaporkan sampai dengan tanggal 14 Mei 2020, kasus positif hasil rapid test sebanyak 28 orang dan 7 orang positif hasi pemeriksaan swab. Tim Crisis Center Kabupaten Kuningan yang menjadi tim utama dalam pencegahan dan penanggulangan Pandemi COVID-19 di Kuningan perlu mendapat banyak masukan dalam rangka mempercepat proses pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

Bertempat di ruang Sekertaris Daerah, Jumat (15/05)  pimpinan STIKes Kuningan (STIKKU) yang diwakii oleh Ketua STIKes Kuningan, H. Abdal Rohim, S.Kp MH dan Wakil Ketua I Bidang Akademik, Cecep Heriana, S.KM.,MPH yang juga merupakan anggota dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si yang juga merupakan Tim Crisis Center Kabupaten Kuningan.

Ketua STIKKU, H. Abdal Rohim, S.Kp MH memberikan masukan kepada Tim Crisis Center untuk bisa melakukan pencegahan penularan menjelang perayaan Idul Fitri bagi umat muslim dan hal-hal penting yang harus dilakukan oleh masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan saat beribadah.

“Masyarakat harus terus diingkatkan dengan penerapan Protokol Kesehatan di tempat ibadah, sebagai bentuk partisipasi maka tim Crisis center bisa melibatkan relawan desa dan mahasiswa kesehatan yang berada di daerah masing-masing menjadi pemantau untuk terus mengingatkan masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan seperti; menggunakan masker, menjaga jarak fisik, selalu cuci tangan pakai sabun setelah berkativitas, menggunakan alat ibadah sendiri, pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk tempat ibadah.” ujar Ketua

Kemudian selain itu Ketua STIKKU mengingatkan akan ada potensi dampak psikologis dari pandemi ini, mengingat banyak faktor seperti kondisi ekonomi masyarakat yang menurun dan ini tentu akan berpotensi menjadi ODMK (orang dengan masalah Kesehatan).

Pada kesempatan yang sama Cecep Heriana, Ahli Epidemiologi STIKKU memberikan penjelasan tentang konsep dasar penularan penyakit dan strategi perecepatan penaggulangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

  1. Optimalisasi media dan pendekatan sosio kultur untuk Risk Communication dan promosi kesehatan pencegahan penularan COVID-19 untuk semua segmen masyarakat;
  2. Peningkatan kapasitas Contact Tracing, Contact Tracking (Penyelidikan Epidemiologi), surveilans berbasis masyarakat dan skrining COVID-19 melalui Rapid Diagnostics Test (RDT) pada kelompok berisiko (pemudik, kontak erat) yang dikelola dalam satu basis data sistem informasi COVID-19 yang terintegrasi;
  3. Identifikasi mitra dan Penguatan kerjasama dengan mitra termasuk perguruan tinggi/pakar epidemiologi untuk penguatan tim surveilans, tim penyuluh kesehatan dari level Kabupaten sampai Desa untuk percepatan penanggulangan COVID-19
  4. Peningkatan daya dukung sumber daya manusia (rekruitmen, kader kesehatan desa), sumber dana, sarana (laboratorium : PC, RDT), sistem informasi COVID-19, APD, chammber dan pengukur suhu tubuh,mobile swab/bilik swab
  5. Pengurangan risiko klinis, penyakit penyerta melalui treatment yang kuat dan pengurangan dampak pasca perawatan (stigmatisasi), gangguan mental, peningkatan imunitas, kecukupan nutrisi dan ketahanan pangan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup.

Itulah 5 strategi yang disampaikan oleh pimpinan STIKes Kuningan yang perlu diimplentasikan oleh Tim Crisis Center Kuninganh sebagai upaya untuk mempecepat penanggulangan COVID-19 di Kabupaten Kuningan. Semoga dengan ikhtiar yang maksimal dan kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan berbagai pihak tersebut penanganan kasus COVID-19 di kabupaten Kuningan dapat cepat teratasi dan situasi kembali sedia kala.