Menu
(0232) 875847 info@stikku.ac.id

Opini Dosen Ditulis Dalam Rangka Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019

Dampak Banjir Terhadap Kesehatan

Penulis: Ns. Asmadi, S.Kep. M.Kep, Pengajar pada Program Studi Keperawatan STIKes Kuningan, Jawa Barat

Bencana yang terjadi  menimbulkan dampak yang dialami oleh masyarakat.  Banjir merupakan salah satu jenis bencana yang paling sering terjadi di negara kita.

Air selain bermanfaat untuk kehidupan kita juga bisa menjadi media  terjadinya penyakit. Apalagi bila terjadi banjir, maka resiko gangguan kesehatan makin besar.

Air yang kotor,  genangan air dan tanah becek merupakan beberapa kondisi yang makin meningkatkan resiko dampak terhadap kesehatan. Hal ini karena tanah merupakan salah satu tempat deposit berbagai macam bahan pencemar. Bahan pencemar tersebut akan terurai dengan adanya air. Resiko dampak terhadap kesehatan makin besar dengan meluapnya air sungai ke pemukiman. Terutama bila sungai menjadi tempat pembuangan limbah baik limbah rumah tangga, industri maupun lainnya.

Resiko gangguan kesehatan pada bencana banjir bukan hanya dialami oleh warga terdampak. Para relawan pun berisiko terhadap gangguan kesehatan. Untuk itu, para relawan perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan dalam pencegahan penyakit yang mungkin terjadi akibat banjir.

Penguatan kapasitas ini dilakukan melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu pada tanggal 22-24 April 2019.

Alhamdulillah saya diberi kepercayaan sebagai salah satu narasumber pada pelatihan tersebut. Kapasitas saya sebagai praktisi kebencanaan dari Prokesta Rescue dan Materi yang saya sampaikan pada pelatihan tersebut  adalah mengenai dampak banjir terhadap kesehatan dan proteksi diri relawan dari resiko penyakit akibat banjir. Materi ini penting karena saya sampaikan karena relawan adalah orang yang beresiko mengalami gangguan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut saya sampaikan kalau air merupakan salah satu media penyebaran penyakit. Secara umum ada dua hal dasar dari penyakit akibat banjir yaitu air menjadi penyebab langsung penyakit atau disebut dengan waterborne diseases dan air bisa menjadi tempat berkembangbiaknya vektor penular penyakit.

Ada beberapa penyakit yang dapat terjadi akibat banjir diantaranya adalah penyakit kulit dan penyakit sistem pencernaan. Penyakit kulit diantaranya adalah dermatitis, folikulitis dan tinea pedis. Sedangkan penyakit pada sistem pencernaan diantaranya adalah diare, cholera, dysenttie, typhus abdominalis dan hepatitis A juga leptospirosis.

Selain penyakit di atas, air juga dapat menjadi tempat berkembangnya bektor penyakit terutama nyamuk. Ada beberapa penyakit dengan vektor nyamuk seperti demam berdarah, filariasis.

Untuk mencegah agar tidak terkena penyakit tersebut, maka upaya pencegahan dengan prot3ksi diri sangat penting. Oleh karena itu, saya sampaikan beberapa upaya yang bisa dilakukan para relawan diantaranya adalah:

  1. Kelengkapan APD yang digunakan dalam operasi bencana banjir
  2. Pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat
  3. Manajemen analisis beban kerja
  4. Peningkatan imunitas tubuh serta
  5. Vaksinasi