[stikku.ac.id] – Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, mahasiswa dan dosen pasca sarjana ilmu kesehatan masyarakat STIKes Kuningan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemberian masker kepada para pedagang dan pengunjung di pasar tradisional kabupaten Sumedang dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 pada hari sabtu, (25/04).

Kegiatan ini laksanakan oleh Dr. Hj. Mamlukah, SKM.,M.Kes dan Icca Stella Amalia, SKM.,MPH yang merupakan Dosen Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan dan 5 anggota lain yang merupakan mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan diantaranya yaitu, Ekki Riswandiyah, Ening Karwaty, Hana Fitria Andayani, Ilah Siti Harmilah dan Witri Dewi Mentari.

“Kami dari pendidikan kesehatan  harus mengambil peran dalam mengatasi pandemic Covid-19 ini. Meskipun bukan dalam bentuk pemberian pelayanan langsung di fasilitas kesehatan, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi bentuk support yang sangat positif” ujar Dr. Hj. Mamlukah, SKM.,M.Kes.

Ilah Siti Harmilah, salah satu anggota dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menyampaikan bahwa sasaran dari kegiatan ini adalah pedagang ataupun pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker. Mereka diberi masker dan juga diberi sosialisasi tentang Covid-19 terutama mengenai pencegahan penyebarannya,

Sosialisasi disampaikan langsung secara singkat ke setiap individu dan juga disampaikan menggunakan leaflet. Kegiatan dilakukan di pagi hari sebelum aktivitas pasar mulai sibuk untuk menghindari keramaian berlebihan. “Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari pedagang, pengunjung maupun pengelola pasar”. sambung Hana Fitria Andayani

Para mahasiswa S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat terus berupaya untuk membantu, terutama bagi mereka (pedagang) yang tetap harus bekerja diluar rumah ditengah pandemic Covid-19 ini. Menurut mereka, interaksi di pasar sangat tinggi, sehingga penggunaan masker sangat penting dilakukan. Selain itu, sebelumnya mereka juga melakukan survey, dan didapatkan hasil bahwa masih cukup banyak pedagang dan pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker. Hal tersebut yang melatarbelakangi para mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Jika tidak diregulasi dengan baik, pasar tradisional menjadi tempat dengan resiko tinggi penyebaran Covid-19. Sebagaimana kita tahu bahwa interaksi di pasar cukup tinggi. Para pedagang berinteraksi dengan banyak pembeli, kemudian terdapat transaksi pembayaran menggunakan uang tunai yang kita tahu uang merupakan media yang potensial menyebarkan virus, serta bisa juga melalui barang dagangan yang banyak disentuh baik oleh pedagang maupun oleh pembeli. Maka dari itu, sangat penting untuk memberikan sosialisasi kepada para pedagang dan pengunjung di pasar tradisional untuk selalu disiplin menggunakan masker selama beraktivitas di pasar dan sesering mungkin membersihkan tangan.

“Kami membagikan masker dan melakukan sosialisasi terbatas kepada pedagang dan juga pengunjung pasar secara lisan dan juga dengan membagikan leaflet terutama kepada mereka yang tidak menggunakan masker. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi para pedagang dan pengunjung dan semoga dapat menjadi kontribusi yang positif untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Kab. Sumedang” pungkas Ekki Riswandiyah saat dihubungi humas.