[stikku.ac.id] – Dampak dari pandemik Covid-19 membuat banyak anak-anak dan pelajar lebih banyak menghabiskan waktu belajar dan bermain mereka di rumah dan lingkungan sekitar, dengan kondisi kebanyakan masih belum paham mengenai protokol kesehatan yang sesuai dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Hal inilah yang menginisiasi kegiatan pembagian masker dan sosialisasi cuci tangan yang digagas oleh BEM STIKes Kuningan bersama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis Kuningan melaksanakan kegiatan tersebut pada hari minggu (11/10). Kegiatan di ikuti sejumlah anak-anak dan pelajar di dusun manis Desa Kalimanggis Kulon Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Acara tersebut dihadiri juga oleh Kepala Desa Kalimanggis Kulon dan Pihak Kepolisian setempat yang datang melihat langsung kegiatan tersebut. Sementara itu ketua FTBM Kuningan, Muhamad Imam Agung Fauzy memberikan bantuan masker dari AORTA (Aksi Solidaritas Remaja Kesehatan Astra) bagi warga yang terdampak covid-19, dengan harapan anak-anak di desa tersebut lebih peduli dengan kesehatannya dan memakai masker saat berkegiatan diluar rumah.

Menurut Ketua BEM STIKes Kuningan, Galura Yusuf Kelana dimasa pandemi sekarang protokol kesehatan terutama memakai masker dan cuci tangan sangat penting terutama anak anak karena anak anak perlu pemahaman akan protokol kesehatan demi menjaga mereka dari terpapar virus corona. Selain memberikan sosialisasi cuci tangan yang baik, mahasiswa juga mengadakan pengecekan tensi darah gratis bagi lansia dan warga masyarakat setempat.

Ketua TBM Hipapelnis, H. Jaenal Mutakin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi kerjasama STIKes Kuningan dengan TBM Hipapelnis yang dituangkan dalam bentuk MoU sejak 2017 yang lalu.

“Syukur alhamdulillah STIKes Kuningan terus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat di dusun manis Desa Kalimanggis Kulon dan sebagai bentuk nyata kerjasama antara kedua belah pihak yang telah berlangsung sejak 2017 hingga sekarang.” pungkasnya