(0232) 875847 [email protected]
[stikku.ac.id] – Prodi S1 Kebidanan STIKes Kuningan menggelar acara kuliah pakar dengan tema “Digitalisasi dalam pelayanan kebidanan” kuliah pakar di hadiri oleh Ketua STIKes Kuningan, Waket 1, Waket 2, Waket 3, Kaprodi S1 Kebidanan,kaprodi S1 profesi bidan dan seluruh dosen S1 kebidanan, Rabu, (15 /05/ 2024)
Menghadirkan narasumber kuliah pakar Dr. Teni Nurlatifah HR, SST.,M.Keb.,CPCHt., CpC selaku Ketua AIPKIND dan Dosen Tetap Prodi S2 Kebidanan STIKes Darma Husada Bandung dan di moderatori oleh Dera Sukmanawati, S.Tr.Keb.,M.Keb Dosen Tetap Prodi S1 Kebidanan STIKes Kuningan. Peserta kuliah pakar adalah mahasiswa pendidikan S1 Kebidanan yang masih mengikuti pembelajaran di kampus STIKKU sebanyak 281 mahasiswa dan dilaksanakan secara Hybrid (offline dan zoom). 
Ketua STIKes Kuningan, Dr.H. Abdal Rohim, S.Kp., MH dalam sambutannya mengatakan bahwa mahasiswa S1 Kebidanan harus terus mengoptimlakan kemampuannya dalam pengetahuan maupun perkembangan teknologi khususnya digital marketing yang saat ini sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan hidup masyarakat, khususnya pelayanan kebidanan.
Sementara itu, sesi kuliah pakar ini diawali dengan menjelaskan tentang mengenal pentingnya digital marketing dalam pelayanan kebidanan. Materi selanjutnya membahas tata laksana langkah-langkah praktis untuk mengoptimalkan digital marketing di era generasi baby boomer, gen x, gen y dan gen z atau Alpha. Sesi kuliah pakar diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab oleh beberapa mahasiswa yang dipandu oleh moderator. Acara ini merupakan langkah penting dalam memperluas  pemahaman mahasiswa tentang optimalisasi layanan kebidanan melalui digitalisasi.
Terakhir, Ketua Prodi S1 Kebidanan, Ai Nurasiah, SST., MKM merasa bersyukur bisa melaksanakan kembali kuliah pakar dan mahasiswa sangat antusias dari awal hingga akhir sesi acara.
“Mahasiswa sangat antusias terlihat saat diskusi dengan banyaknya yg bertanya dan berdiskusi dengan narasumber, semoga kedepannya bisa menambah wawasan dan pemahaman bagi calon-calon Bidan yang profesional”. pungkasnya